Tiga area
yang paling umum dalam limiting beliefs /kepercayaan yang
membatasi berpusat di seputar hopelessness, helplessness danworthlessness.
Tiga area belief /kepercayaan ini dapat memancarkan pengaruh
yang sangat besar terhadap kesehatan mental dan kesehatan fisik seseorang.
Demi mencapai
keberhasilan, seseorang perlu berpindah dari limiting beliefsdi
atas ke belief yang melibatkan harapan akan masa depan, perasaan
berkemampuan (memiliki kemampuan) dan rasa tanggungjawab, dan perasaan bahwa
dirinya berharga dan rasa ikut memiliki.
Jelaslah, beliefs yang
paling mendalam adalah beliefs mengenai identitas kita.
Beberapa contoh dari limiting belief mengenai identitas
adalah: “Saya payah/tak berharga/adalah korban” “Saya tidak pantas sukses.”
“Kalau saya mendapatkan sesuatu yang saya inginkan, pasti saya akan kehilangan
sesuatu nantinya” “Saya tidak diijinkan menjadi sukses”
Limiting
beliefs seringkali bekerja seperti sebuah “virus
pikiran” dengan kemampuan merusak yang sama dengan sebuah virus komputer atau
virus biologis. Sebuah “virus pikiran” adalah sebuah limiting belief yang
bakal menjadi ”ramalan yang digenapi sendiri” dan menghalangi usaha dan
kemampuan seseorang untuk sembuh atau memperbaiki diri. Virus-virus pikiran
berisikan dugaan-dugaan yang tak terucap dan prasangka-prasangka yang membuat
mereka sulit dikenali dan dibasmi.
Limiting
beliefs dan virus-virus pikiran seringkali muncul
bagaikan jalan buntu yang tak teratasi dalam proses perubahan. Pada jalan buntu
seperti itu, seseorang akan merasa,”Saya sudah coba melakukan segalanya untuk
mengubah ini dan tak ada satupun yang berhasil” Mengatasi jalan buntu secara
efektif melibatkan penemuan inti limiting belief tsb, dan
menahannya supaya tetap di tempat.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar