Sabtu, 24 Januari 2015

Training Motivasi Sukses Ujian

Training Motivasi & Strategi Belajar 
SUKSES UJIAN TANPA STRESS
SMART LEARNING 
Cara Asik Belajar dan menyenangkan
Berbasis Therapy jadi lebih Rajin Belajar dan Percaya diri 
DI BIMBING SAMPAI UN
PLUS HIPNOTERAPI RAJIN BELAJAR 


Jika kamu masih bimbang dengan nilai ujian nasional,masih gak percaya diri dengan potensi dan kemampuan kamu, jika nilai try outmu masih mengecewakan, jika semangatmu masih belum muncul atau jika rasa malas masih mengendalikan Dirimu,padahal UN Sebentar lagi.
Saatnya bergegas mengambil keputusan untuk mengikuti training Sukses Ujian Tanpa Stress SMART LEARNING cara belajar Asik dan menyenangkan. Dengan mengikuti pelatihan ini, Anda akan belajar: 
  • Cara Membuang Kebiasaan Buruk seperti Malas dan Kurang PD 
  • Bagaimana merubah pesimis menjadi optimis secara singkat dan permanent 
  • Teknik menghilangkan rasa takut, trauma dan phobia menghadapi ujian 
  • Menghancurkan tembok hambatan-hambatan mental kesuksesan 
Bersama
Trainer Sukses Ujian 
Jaim Wong
Dosen Pengembangan Diri.
Praktisi Hipnoterapi

Pelaksanaan 
MInggu,22 Februari 2015
Pukul 9.00 Selesai 

Investasi 
Rp.150.000
Di bimbing sampai Lulus
Plus Hipnoterapi rajin Belajar.

Dengan menggunakan teknologi Neuro Linguistic Programming (NLP) dan Hypnomotivasi, potensi kamu akan terbuka hingga kamu akan terheran dengan kemampuan kamu yang TANPA BATAS !!Dan demi ke efektifan Program peserta kami batasi 
Segera Daftar !! Di bimbing sampai LULUS

SEGERA daftarkan diri kamu, peluang hanya datang satu kali saja…

Disamping Membuka Kelas kami juga siap Hadir di Sekolah Seluruh Indonesia.
Informasi lebih lengkap dan lebih jelas tentang Motivasi ” SUKSES UJIAN TANPA STRESS “ Motivasi Berbasis Therapy dapat menghubungi :

SEKOLAH KEPRIBADIAN
Training & Education Center 
Phone : 0283 – 8733885
HP : 085 642 744 662 
Fan Page :sukses ujian



Jumat, 23 Januari 2015

MOTIVASI SUKSES UN 2015

Motivasi & Strategi Belajar 
Sukses Ujian Tanpa Stress
SMART LEARNING 
Motivasi dan Strategi Belajar yang terbukti meningkat Semangat dan Prestasi siswa.
Bersama Sekolah Kepribadian 
Training & Education Center 

Sebuah Program pelatihan yang kami kemas Untuk Siswa - siswi yang ingin Berprestasi ,dikemas dengan Edutainment Training sehingga suana menyenangkan,Sekaligus berbasis Terapi sehingga perubahan pada diri siswa terjadi secara Revolusioner Cepat dan Efektif.

Apa Kata Peserta 

“~Menakjubkan ~
Merasa lebih semangat dan merasa sangat bahagia. Terima kasih saya ucapkan kepada Bp. Jaim Wong Cht. Semoga therapy ini tetap berjalan dan semoga tambah bermanfaat.Good Luck ”

“Alhamdulillah
Smart Learning sangat mantap
membangkitkan keinginan yang tebih terpendam, Mantaaaapp …!!! ”
Sangat berkesan dan sangat motivasi untuk saya semangat belajar, mengingat pada yang kuasa. Terimakasih buat teapy ini, dan membuat saya semangat lagi, semangat lagi dan semangat lagi!!!
Terima Kasih

“Pikiran terasa segar kembali dan rasa tumbuh semangat bangkit lagi sangat keras untuk bisa menatap masa depan yang cerah. Dan rasa tumbuh belajar menjadi semangat lagi. Terima kasih…

“Terimakasih telah merubah hidup saya, semoga saya akan menjadi lebih dan lebih baik lagi dari sebelumnya. Saya pasti bisa dan saya pasti akan bisa dan semangat lagi dalam belajar. Saya akan buang rasa malas saya dalam belajar.”

“Setelah melakukan pelatihan, baik hati, badan, dan fikiran serasa tidak ada beban,fikiran jadi lebih jernih. Semoga tidak hanya untuk hari ini , tapi efeknya kedepan lebih baik lagi. Aamiin !!!

“Sangat semangat dalam membagi ilmu dan sangat member motivasi kepada kami semua. Kami banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman baru dan lebih semangat dalam menjalani hidup.”

“Saya merasa lebih baik dan lebih fresh setelah mengikuti terapi ini . Terima kasih SMART LEARNING. Saya yakin dengan pelatihan ini saya bisa merubahnya menjadi lebih baik .”

“Setelah pelatihan ini saya meras“Saya berterimakasih atas pelatihan yang Bapak berikan. Bapak telah membuka jalan yang baru untuk saya, dan terimakasih untuk motivasi yang Bapak berikan.”

“SAYA SANGAT PUAS
Saya benar-benar merasa sangat bersemangat lagi!
saya benar-benar mearasa sangat ingin mewujudkan impian saya, Terima kasih.
Saya akan berusaha dan bersungguh-sungguhbalajar dengan giat.”

“Alhamdulillah setelah pelatihan fikiran jadi Plong, insya Allah saya akan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dan siap menghadapi UN. Saya akan lebih bersemangat belajar untuk mencapai tujuan & cita-cita saya.”

“Perasaan saya menjadi lebih baik dan baik lagi.
inilah alas an saya menggunakan tinta merah karna saya berani untuk masa depan yang lebih baik. Terimakasih untuk Bapak Jaim Wong telah merubah saya, sekarang saya lebih semangat lagi… !”

“Perasaan menjadi lebih lega, masalah menjadi berkurang.
Terima kasih “Jaim Wong”

“menjadi lebih baik daripada sebelumnya dan menumbuhkan rasa semangat baru saat pelatihan ini. Terima kasih atas training dan pengembangan diri yang telah diadakan. THANK YOU!!!”

“Merasa lebih baik dari sebelumnya karena program ini telah membantu saya agar menjadi orang yang lebih baik. Perasaan dan pikiran menjadi lega tidak ada beban. Dan semoga dengan program ini cita-cita dan harapan saya tercapai dan terkabul. Dan selalu lebih bersemangat lagi dari hari sebelumnya.

“Jadi bersemangat setelah mengikuti kegiatan ini! SUKSES !!

Sukses Ujian Tanpa Stress
SMART LEARNING
Akhlak - Cerdas - Percaya Diri - Prestasi
Sebuah Program pelatihan yang kami kemas Untuk Siswa - siswi yang ingin Berprestasi ,dikemas dengan Edutainment Training sehingga suana menyenangkan,Sekaligus berbasis Terapi sehingga perubahan pada diri siswa terjadi secara Revolusioner Cepat dan Efektif.

Untuk Informasi Pelatihan Hubungi :
SEKOLAH KEPRIBADIAN
Training & Education Center

Phone : 0283 8733885 / 085642744662

Sabtu, 05 April 2014

Neuro-Logical Levels

Neuro-Logical Levels merupakan suatu model yang diadaptasi oleh Robert Dilts (salah seorangdeveloper NLP) dari buah pemikiran Gregory Bateson (anthropologist Inggris) mengenai “Logical Levels” yang intinya menyatakan bahwa dalam pembelajaran, perubahan, dan komunikasi terdapat hirarki atau tingkatan dari klasifikasi. Fungsi dari masing-masing bagian adalah untuk mengorganisasi informasi level di bawahnya dan cara untuk melakukan perubahan pada satu level berbeda dari level yang berada di bawah.

Secara singkat Neuro-Logical Levels, atau sering juga disebut dengan Logical Level, adalah tingkatan-tingkatan logis dari proses pikiran dan tingkatan neurologis yang sangat bermanfaat untuk membantu perubahan dari keadaan sekarang menuju keadaan yang diinginkan.

Berikut ini adalah tingkatan-tingkatand dari Neuro-Logical Levels, sebagai berikut:
  1. Purpose
  2. Identity
  3. Value & Belief
  4. Capability
  5. Behaviour
  6. Environment

PURPOSE
Merupakan gambaran besar dari misi hidup seseorang. Misi hidup akan menentukan arah hidup seseorang yang membedakan manusia yang satu dengan yang lain.Untuk mengetahui Purpose Anda, tanyakan:
  • Untuk apa saya hidup di dunia ini?
  • Kalau meninggal nanti, saya ingin dikenal sebagai apa?
  • Untuk siapa semua yang saya kerjakan ini?
IDENTITY
Identity menjelaskan tentang siapa diri kira. Coba gambarkan diri Anda dalam sebuah kalimat, siapa diri Anda? Kebanyakan orang akan mengalami kesulitan untuk mendeskripsikan siapa dirinya. Namun, intinya adalah orang yang dapat mendeskripsikan dirinya secara positif akan lebih bermanfaat daripada orang yang tidak dapat mendeskripsikan identitas dirinya apalagi deskripsi identitas yang negatif.
Untuk membantu untuk mencari tahu identity, tanyakan
  • Menurut Anda siapa diri Anda?
  • Bagaimana Anda menjelaskan tentang diri Anda?
  • Bagaimana orang lain menjelaskan mengena diri Anda?
VALUE / BELIEF
Value adalah apa yang penting dalam diri seseorang. Apa yang penting bagi seseorang belum tentu memiliki arti penting yang sama bagi orang lain. Contoh value dalam diri seseorang: agama, keluarga, finansial, persahabatan, dsb. Apa urutan pertama dalam diri seseorang akan menentukan fokus terbesar dalam dirinya. Selain itu value juga merupakan motivator terutama dalam hidup seseorang. Sebagai contoh, apabila value yang pertama dalam hidup seseorang adalah keluarga, maka keluarga merupakan motivator terutama dalam hidupnya. Apapun akan dilakukannya pasti ditujukan untuk kebahagiaan dan kebaikan keluarganya karena keluarga merupakan sumber motivasinya yang terutama, yang juga adalah value utama dalam hidupnya.

Sedangkan belief adalah apa yang diyakini oleh seseorang. Yang terpenting daribelief bukan mengenai benar atau salah, namun empowering atau disempowering.Belief yang empowering adalah keyakinan yang menambah sumber daya dalam diri seseorang sedangkan disempowering adalah belief yang tidak menambah sumber daya dalam diri seseorang.
Berikut ini adalah beberapa contoh empowering beliefs:
  • Ala bisa karena biasa.
  • Ada banyak jalan menuju Roma.
  • Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit
  • Sesulit apapun pasti ada jalan keluarnya.
  • Tidak ada yang namanya gagal. Yang ada hanyalah umpan balik.
  • Dst.
Sedangkan contoh dari disempowering beliefs adalah:
  • Tidak mungkin bisa. Terlalu sulit.
  • Itu sudah takdir. Tidak bisa diubah lagi.
  • Latar belakang saya sudah seperti ini, tidak mungkin bisa bisa berubah.
  • Santai saja. Nanti juga beres sendiri.
  • Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah.
  • Dst.
CAPABILITY
Apakah menurut Andacapability atau kemampuan yang Anda miliki sekarang sudah mendukung untuk mencapai tujuan Anda? Kapabilitas ini berarti berbicara mengenai knowledge dan juga skill yang kita miliki. Semakin banyak knowledgeyang kita miliki maka akan semakin besar juga map atau peta mental kita, yang mana hal ini akan membantu kita dalam mencapai apa yang kita inginkan. Sama halnya juga dengan skill atau keterampilan. Semakin banyak skill yang kita miliki maka akan menambah pilihan yang bersumber daya dalam diri kita.

BEHAVIOUR
Coba amati apa yang sering Anda pikirkan, ucapkan (baik keluar maupun ke dalam: self talk), dan juga apa yang Anda lakukan. Karena segala sesuatu dimulai dari pikiran maka apabila apa yang dipikirkan itu lebih sering yang negatif maka hasilnya akan negatif juga. Itu sebabnya ada istilah yang mengatakan “Garbage in, Garbage out” yang secara literal dapat diartikan sebagai “Sampah (pikiran negatif) masuk maka sampah juga outputnya (ucapan atau perbuatan)”

Selain pikiran yang harus kita awasi, ucapan juga sama pentingnya. Apa yang sering kita ucapkan secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi pikiran dan perbuatan kita. Ucapan dapat dikelompokkan kedalam dua bagian, yaitu:
1. Ucapan keluar dan
2. Ucapan kedalam (self talk/berbicara dalam hati). 

Ucapan yang keluar apabila sering bernuansa negatif maka orang yang mendengarkannya pun tidak akan senang. Alih-alih, orang yang mendengarnya kesal dan mungkin saja menyakiti kita secara fisik. Demikian juga halnya dengan ucapan yang kita arahkan bagi diri kita sendiri dalam bentuk internal dialog atauself talk/berbicara dalam hati tersebut. Apabila apa yang sering kita ucapkan itu lebih banyak negatif maka hasilnya akan kurang bermanfaat. Orang-orang yang sukses memiliki self talk yang positif, sedangkan orang-orang yang gagal memilikiself talk yang didominasi oleh kata-kata yang negatif dan tidak bermanfaat.

Output paling jelas dari suatu tindakan adalah dalam bentuk perbuatan. Tanpa adanya suatu action maka tidak akan ada artinya suatu perencanaan yang luar biasa. Selain itu, emotion is created by motion. Artinya, bukan menunggu semangat dulu baru kemudian kita melakukan action. Namun, dari action lah maka kemudian muncul suatu semangat. Oleh karena itu, pastikan setelah Anda memiliki sebuah rencana, jangan tunggu sampai semuanya menjadi perfect atau sempurna. Lakukan saja, just do it, dan lihat umpan balik dari apa yang Anda lakukan dan lakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan.

ENVIRONMENT
Environment atau lingkungan merupakan salah satu faktor penentu sukses tidaknya seseorang. Lingkungan dapat berupa orang-orang yang sering kita luangkan waktunya bersama atau benda-benda yang paling menyita waktu kita, misalnya: TV, gadget, dsb. Apa atau dengan siapa kita paling sering meluangkan waktunya bersama akan mempengaruhi diri kita baik secara positif maupun negatif, tergantung apa yang di install. Hal ini dapat terjadi karena interaksi kita dengan orang atau benda-benda seperti tersebut di atas akan menginstall (baca: mempengaruhi) diri kita baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya: banyak orang mengikuti perilaku tokoh dalam sinetron TV yang ditontonnya walaupun itu cuma sekedar cerita fiksi semata.

Ada ungkapan yang menarik sehubungan dengan orang-orang yang sering kita temui. “Lima orang yang sering kita temui akan membentuk diri kita seperti mereka”. Misalnya: lima orang yang sering kita luangkan waktunya bersama adalah pengusaha maka kemungkinan besar kita mirip-mirip seperti mereka, namun apabila lima orang yang sering kita luangkan waktunya bersama adalah pengangguran, maka kita juga akan mirip-mirip dengan mereka. Oleh karena itu, pastikan Anda berada dalam lingkungan yang tepat dan mendukung perkembangan diri Anda.
Dari berbagai sumber dan Modul NLP

Kamis, 03 April 2014

Memahami Limiting Belief


Apa yang melandasi perilaku manusia dan juga bagaimana manusia dapat menentukan pilihannya dapat dipengaruhi dari belief system yang dimilikinya. Belief adalah asumsi-asumsi dimiliki oleh seseorang dalam memandang diri sendiri (internal) serta dunia eksternalnya.

Proses terbentuknya belief berasal dari pengalaman yang dijumpainya dalam kehidupan, pada dasarnya ada dua pengalaman yang dapat berpotensi membentuk belief yaitu pengalaman induktif dan pengalaman empiris. Selain itu belief juga dapat terbentuk dari susunan linguistik “cause effect” baik yang diucapkan oleh orang lain maupun diri sendiri (self talk). Sayangnya tidak semua belief yang tertanam dalam pikiran manusia berdampak positif, ada suatu hal yang dikenal sebagai virus pikiran (ada juga yang menyebutnya dengan racun pikiran) yang disebut dengan limiting belief.

Limiting belief ini yang membuat seseorang mengalami kemunduran di dalam kehidupannya, dan juga sebagai penghalang untuk mencapai kesuksesan yang lebih tinggi. Limting belief terdiri dari tiga area, yaitu hopelessness, helplessness dan worthlessness.

Hopelessness adalah merasa bahwa diri sendiri tidak memiliki harapan untuk mampu melakukan/meraih sesuatu,sedangkan helplessness adalah merasa bahwa diri sendiri tidak mampu melakukan/meraih sesuatu tanpa bantuan orang lain dan worthlessness adalah merasa bahwa diri sendiri mampu melakukan namun merasa tidak layak.

Dengan membongkar limiting belief yang dimiliki oleh manusia dapat mempercepat dirinya untuk mencapai kesuksesan. Limiting belief ini dapat dibongkar dengan metode yang sangat sederhana, metode yang sederhana ini adalah dengan bertanya. Ya, dengan menggunakan pertanyaan yang tepat dapat membongkar limiting belief ini. Teknik atau metode bertanya yang dapat digunakan yaitu Meta Model. Meta Model adalah rumusan pertanyaan yang di formulasikan oleh founder NLP dari seorang psikolog terkenal Virgina Satir. Meta Model memiliki fungsi dasar untuk membantu orang lain dalam menemukan informasi yang hilang, menghubungkan dengan pengalaman internal dan merubah peta kognitif. Dalam sisi yang lebih mendalam, ternyata Meta Model dapat dimanfaatkan untuk mendekonstruksi sebuah belif (termasuk limiting belief). Semakin cepat seseorang mengenali limiting belief yang dimilikinya, maka semakin cepat pula kesuksesan yang dapat segera diraih

Rabu, 02 April 2014

Motivation

Adalah suatu dorongan dari dalam diri atau rangsangan; yang lebih tepatnya adalah suatu Hasrat Hati dari suatu keinginan yang diinginkan dalam Conscious Mind-nya.
Dalam Ilmu NLP dikenal berbagai cara bagaimana seseorang mempunyai impian yang akan dicapainya, yaitu dengan cara bagaimana seseorang mempunyai Motivation untuk meraih apa yang diinginkan itu.

Melalui proses melatih Sense of Self agar menjadi Personal Mastery yang menghasilkan Personal Power (Goal-nya = mempersiapkan Diri mengapai Impiannya).
Setelah Siap Diri (Goal) nya tercapai maka orang itu membuat Outcome-nya (impian) diciptakannya Strategic Thinking Skills lengkap dengan Systemic Thinking Skills menuju Relationtional Skills.

Lalu dibuatlah Mental Block agar seseorang dapat memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang menghalangi misi menuju impiannya dengan T.O.T.E.

Setelah yakin akan Mental Block yang dapat diatasinya, maka kepastian menggapai impiannya sudah tentu pasti terwujud.

Umumnya orang mengartikan Motivation adalah sebagai suatu bentuk usaha untuk mendorong orang agar mau maju dalam mengapai impiannya dengan paksaan melalui kata-kata, “Harus begini…”, “Sebenarnya begini…”, “Begini, lho caranya…”; yang mana menjadi seperti isapan jempol belaka bahwa teori tidak sama dengan hasil prakteknya.


Sumber  nlpintoaction.com

Selasa, 01 April 2014

Limiting Belief


Tiga area yang paling umum dalam limiting beliefs /kepercayaan yang membatasi berpusat di seputar hopelessness, helplessness danworthlessness. Tiga area belief /kepercayaan ini dapat memancarkan pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan mental dan kesehatan fisik seseorang.
Demi mencapai keberhasilan, seseorang perlu berpindah dari limiting beliefsdi atas ke belief yang melibatkan harapan akan masa depan, perasaan berkemampuan (memiliki kemampuan) dan rasa tanggungjawab, dan perasaan bahwa dirinya berharga dan rasa ikut memiliki.
Jelaslah, beliefs yang paling mendalam adalah beliefs mengenai identitas kita. Beberapa contoh dari limiting belief mengenai identitas adalah: “Saya payah/tak berharga/adalah korban” “Saya tidak pantas sukses.” “Kalau saya mendapatkan sesuatu yang saya inginkan, pasti saya akan kehilangan sesuatu nantinya” “Saya tidak diijinkan menjadi sukses”
Limiting beliefs seringkali bekerja seperti sebuah “virus pikiran” dengan kemampuan merusak yang sama dengan sebuah virus komputer atau virus biologis. Sebuah “virus pikiran” adalah sebuah limiting belief yang bakal menjadi ”ramalan yang digenapi sendiri” dan menghalangi usaha dan kemampuan seseorang untuk sembuh atau memperbaiki diri. Virus-virus pikiran berisikan dugaan-dugaan yang tak terucap dan prasangka-prasangka yang membuat mereka sulit dikenali dan dibasmi.
Limiting beliefs dan virus-virus pikiran seringkali muncul bagaikan jalan buntu yang tak teratasi dalam proses perubahan. Pada jalan buntu seperti itu, seseorang akan merasa,”Saya sudah coba melakukan segalanya untuk mengubah ini dan tak ada satupun yang berhasil” Mengatasi jalan buntu secara efektif melibatkan penemuan inti limiting belief tsb, dan menahannya supaya tetap di tempat.


Steve Jobs dalam Sudut Pandang NLP

by Erni Julia Kok
Steve Paul Jobs (lahir 24 Februari 1955 dan meninggal 5 Oktober 2011) diakui sebagai inovator yang telah banyak menginspirasi orang-orang muda lain di dunia. Ketika belajar di sekolah menengah di Cupertino, Steve memanfaatkan waktu luang untuk menghadiri perkuliahan di The Hewlett-Packard Company di Palo Alto. Saking sering hadir di sana, dia menjadi terkenal, hal ini menyebabkan dia direkrut sebagai summer student. Di sanalah, pada usia baru 13 tahun, Jobs bertemu Stephen Wozniak sesama karyawan paruh waktu di musim panas. Keduanya segera menjadi konco pret dan tidak lama kemudian Jobs mulai membantu Wozniak menjual penemuannya yang ilegal—karena dapat dipasang pada telepon untuk digunakan menelepon jarak jauh tanpa harus membayar. Di samping itu Jobs juga memanfaatkan waktu luangnya untuk memperbaiki dan menjual sistem stereo.

Setamat sekolah menengah tahun 1972, Jobs kuliah di Reed College, Portland, Oregon, tapi dia segera menyadari tidak berminat mencapai gelar sarjana. Hanya bertahan satu semeter, Jobs berhenti. Walaupun demikian, dia bertahan selama setahun dengan hanya mengikuti mata kuliah filosofi, fisika, dan sastra. Dua tahun kemudian Jobs kembali ke California dan bergabung dengan klub pehobi komputernya Wozniak (The Homebrew Computer Club). Selain itu, Jobs mulai bekerja sebagai teknisi di Atari, perusahaan yang waktu itu memproduksi video games.

Bekerja di Atari memungkinkan Jobs menabung cukup uang sehingga dia dapat jalan-jalan ke India bersama seorang teman dari masa kuliah di Reed College, Daniel Kottke—kemudian menjadi karyawan pertama Apple. Sekembalinya ke California, Jobs mendapat tawaran dari Atari untuk membuat atau lebih tepatnya menciptakan semacam papan sirkuit yang akan diinstal pada mesin permainan “The Game Breakout”. Karena kurang paham tentang papan sirkuit, Jobs mengajak Wozniak bekerja sama. Singkat cerita, pengalaman bekerja sama di Atari ini berlanjut sebagai bibit yang menumbuhkan pohon “Appel”, sebuah perusahaan yang paling sukses dan revolusioner di abab ke-20.

Pelajaran Yang Dapat Dipetik Dari Perjalanan Hidup Steve Jobs

Bila kita memanfaatkan sudut pandang NeuroLogical Levels, saya menemukan ternyata lebih mudah belajar dari pengalaman hidup dan filosofi seseorang. Mari kita mulai dari level environment (lingkungan):

Environment (Lingkungan)
Referensi lingkungan adalah kesempatan atau hambatan. Kesempatan bagi seorang bisa menjadi hambatan atau ancaman bagi orang lainnya. Ketika Jobs memutuskan untuk berbisnis, dia tidak meributkan apa yang tidak dipunyai, tapi fokus pada apa yang ingin diperbuat. Jobs tidak memiliki keterampilan merancang papan sirkuit, namun dia memiliki kejelian mata yang tidak dimiliki Wozniak yang ahli merancang komputer. Maka melihat komputer ciptaan Wozniak yang pertama, Jobs segera memikirkan rencana marketingnya.

Tidak memiliki modal bukan masalah pula, Jobs menjual mobil VW-nya dan Wozniak menjual kalkulator yang dapat diprogram ciptaannya. Setelah terkumpul modal US$ 1,300 dan menggunakan kamar tidur dan garasi Jobs, keduanya membangun komputer personal Apple I. Hanya dalam waktu seminggu Apple Company berdiri dan mereka berhasil menjual 50 unit Apple I. Semua hambatan di lingkungan teratasi dan sukses demi sukses menyusul sebagai “upah” atas usaha mereka. Dan saat itu Jobs baru berusia 21 tahun.

Behavior (Perilaku):
“The only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle.”

Pernyataan di atas menunjukkan bahwa Jobs memilih melakukan apa yang dicintainya. Hal yang sama dilakukannya adalah meninggalkan apa yang tidak diminatinya seperti DO (drop out) dari kuliah. Menurut pengakuannya, putus kuliah sempat menakutkan baginya, tapi dia tidak ingin membuang-buang waktu melakukan sesuatu yang tidak dia sukai. Setelah meninggalkan bidang studi utama, Jobs mengikuti kursus kaligrafi di mana dia belajar tipografi Serif dan San Serif. Pada saat mempelajarinya, Jobs belum tahu akan dimanfaatkan di mana keterampilan tersebut, namun seperti yang dikatakannya: “…suatu ketika titik-titik dapat dihubungkan…” dan benar saja, 10 tahun setelah mempelajari kaligrafi, di saat merancang The Mac, Jobs mampu menggabungkan font tersebut ke dalamnya dan menghasilkan tipografi komputer yang sangat bagus.

Orang besar sering membuktikan kebesarannya pada saat sedang terjatuh di lembah kegagalan. Hal itu dialami juga oleh Jobs, dan dia membuktikan bahwa dia dapat bangkit kembali. Pada usia 30 tahun, Jobs didepak keluar dari perusahaan yang didirikannya sendiri oleh BoD di bawah pimpinan John Scully, mantan CEO Pepsi Cola. Sebagai manusia, Jobs sempat merasa terpuruk, malu di hadapan publik atas kegagalannya. Namun pelan-pelan, Jobs bangkit, dia boleh saja kehilangan perusahaannya, pekerjaannya, tapi dia masih memiliki sesuatu yang sangat berharga, semangat. Dengan itu dia memutuskan untuk memulai dari awal. Dia menciptakan NeXT dan Pixar yang sekaligus membuka jalan pulang baginya ketika NeXT akhirnya diakuisisi Apple Company. Atas pengalaman tersebut Jobs dikutip mengatakan: “I didn’t see it then, but it turned out that getting fired from Apple was The best thing that could have ever happened to me,” Bagaimana bisa menjadi hal terbaik ketika dia dipecat? Jobs menjelaskan: “It freed me to enter one of The most creative periods of my life.”

Jelas sekali, Jobs menjadi besar bukan karena nasib baik semata atau anak geng yang beruntung, tapi dia selalu terbuka untuk belajar dari pengalaman. “It was awful tasting medicine, but I guess The patient needed it,” kata Jobs. “Sometimes life hits you in the head with a brick. Don’t lose faith.”

Capability (Kemampuan):
Kisah sukses Jobs adalah kisah sukses Silicon Valley yang menggiurkan, tapi kisah yang tidak diceritakan—kisah kegagalan—lebih banyak lagi. Sejak usia dini, Jobs belajar membuat sesuatu, melatih tangannya untuk menciptakan sesuatu. Ketika remaja lain lebih suka dugem alias hang out and do nothing, Jobs menghabiskan waktu luangnya dengan mengikuti perkuliahan di The Hewlett Packard hingga dia direkruit sebagai tenaga kerja paruh waktu.

Banyak orang ingin memulai bisnis dan sebab itu mencari-cari dan bertanya-tanya apa yang seharusnya dilakukan, Jobs melatih dirinya menciptakan peluang, terutama menciptakan pasar bagi suatu produk. Begitu mengetahui Wozniak baru saja menciptakan sebuah komputer, Jobs langsung memikirkan cara memasarkannya. Jobs bermimpi dan merasa wajib untuk mewujudkan impiannya.

Mungkin tidak banyak orang yang mengetahui cara Jobs untuk terus-menerus “memeras” ide dari kepala-kepala stafnya, ya dia mengharuskan timnya berargumentasi atau dipecat. Setiap ide harus dites dengan argumen dan argumen hingga semua orang setuju bahwa ide tersebut dapat dilaksanakan. Cara argumentasi ini terbukti sangat efektif dan hemat biaya. Bayangkan, salah-satu pesaingnya, IBM harus membelanjakan 100 kali lipat untuk R&D. Bagi Jobs, keberhasilan inovasi tidak ada hubungannya dengan ketersediaan dana atau jumlah yang diinvestasikan. “Tidak ada hubungannya dengan uang sama-sekali. Inovasi berhubungan dengan orang-orang yang ada di perusahaan anda, bagaimana anda memimpin mereka menentukan apa yang akan anda peroleh.” kata Jobs menegaskan.

Jobs adalah seorang jenius di bidang pemasaran yang mampu berpikir kreatif dan dengan demikian melihat peluang dari segala sudut. Sebagai contoh, pada tahun 2003, iTunes untuk Windows diluncurkan, Jobs mengandeng Pepsi dan AOL untuk melancarkan kampanye besar-besaran. Dalam satu event di San Francisco, Jobs menghadirkan sederetan selebriti yang berpenampilan modern, keren untuk mengendors produk tersebut. Dari U2’s Bono sampai Dr. Dre sampai Mick Jagger, Jobs memahami bagaimana membuat iTunes menarik bagi kaum muda. Malam kampanye itu ditutup Sarah McLachlan membawakan dua lagu hitnya yang bisa diunduh secara ekslusif oleh pengguna iTunes. Kampanye ini memperlihatkan visi Jobs bahwa komputer adalah sesuatu yang sangat menarik dan kreatif serta kemampuannya merangkul masa.

Bagaimana Jobs dapat terus berinovasi? Ternyata pada saat dia berusia 17 tahun, dia pernah membaca suatu kalimat bijaksana yang mengatakan: “Jika anda menghadapi setiap hari baru seakan-akan itu merupakan hari terakhir anda di dunia, pastinya akan terjadi demikian suatu hari.” Sejak itu, Jobs setiap pagi berdiri di depan cermin dan bertanya kepada dirinya sendiri apakah dia akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukannya pada hari terakhirnya di dunia ini? Jawabannya seringkali tidak, dan begitu banyak jawaban “tidak” maka Jobs tahu dia harus melakukan suatu perubahan, melakukan suatu hal baru.

Values and beliefs:
Nilai-nilai dan keyakinan adalah bahan bakar di balik semangat, dan secara spesifik apa yang dapat kita pelajari dari seorang Steve Jobs?

Tidak ada yang sepele, meskipun itu masih berupa titik-titik, dan Jobs mengajak kita untuk percaya bahwa suatu saat, titik-titik akan tersambung menjadi garis-garis. Setiap orang harus meyakini sesuatu dalam hidup ini—keberanian, naluri anda, nasib, kehidupan, karma, apa saja. Pendekatan ini tak pernah mengecewakan, dan membuat perbedaan dalam hidupku, kata Jobs. Dia juga percaya bahwa segala sesuatu karena suatu tujuan, dan bahkan ketika kita sulit melihat tujuannya pada saat ini, kita hanya perlu menenangkan diri sejenak dan berkeyakinan teguh bahwa segalanya pasti ada jalan keluarnya. Job juga sangat yakin bahwa memercayai keputusan yang telah diambilnya sangat penting, meskipun sulit namun akan memberikan hasil yang luar biasa.

Kebersediaan Jobs untuk mengambil jalan yang jarang dilalui orang lain membawanya tiba lebih dahulu dibandingkan para pesaingnya.

Dogma terkadang dapat mengunci kreativitas, karena itu Jobs membagikan nilai-nilai dan keyakinannya tentang hal ini. “Jangan terjebak oleh dogma, maksud saya ialah hidup berpatokan pada pemikiran orang lain. “ Selanjutnya dia mengatakan: “Don’t let the noise of others’ opinions drown out your own inner voice. Instead, everyone should have the courage to follow their heart and intuition; they somehow already know what you truly want to become.”

Jobs menyadari betapa pentingnya waktu ketika dia didiagnosa mengidap kanker pankreas pada tahun 2004 yang lalu. Dokternya memvonis umurnya tinggal tiga atau empat bulan lagi. Untunglah, setelah diperiksa dengan biopsy hari itu, kankernya ternyata jenis yang tidak umum dan dapat disembuhkan melalui tindakan operasi.

Identity (Identitas):
Jobs dikenal sebagai perfeksionis yang selalu mengutamakan kesempurnaan. Selain pengusaha yang sukses, Jobs merupakan “family man”. Siapakah dirinya menurut seorang Jobs? Banyak legacy yang dapat kita jadikan sumber inspirasi dan teladan. Saya teringat ketika membaca buku yang ditulis John Scully 20 tahun lebih yang lalu, saat pertama saya mengenal identitas Steve Jobs. Saya sangat menyenangi buku tersebut, tapi tetap mengagumi sosok inovator Steve Jobs (walaupun waktu itu belum tahu dia akan “come back” ke Apple Company).

Spiritual atau Tujuan
Mungkin pidatonya di depan wisudawan Stanford University musim panas 2005 yang lalu pantas kita baca dan renungkan sambil membaca doa mengiringi perjalanannya ke dunia spirit. “Remembering that I’ll be dead soon is the most important tool I’ve ever encountered to help me make the big choices in life. Because almost everything – all external expectations, all pride, all fear of embarrassment or failure – these things just fall away in the face of death, leaving only what is truly important.”

Memanfaatkan waktu untuk kehidupan personal dan profesional telah dibuktikan oleh Steve Jobs dengan menghasilkan berbagai inovasi baru dan membawa Apple Company di puncak kesuksesan tujuh tahun terakhir ini. Semestinya dia juga telah mewujudkan berbagai mimpi menjadi kenyataan. Sejak dihadapkan pada maut, Jobs telah mendapatkan aspirasi baru tentang apa yang dapat dicapainya dalam hidup ini. “Remembering that you are going to die is the best way I know to avoid the trap of thinking you have something to lose. You are already naked. There is no reason not to follow your heart.”

Selamat jalan, Steve Jobs. Dunia akan kehilangan seorang jenius seperti Anda. Namun dunia pun akan terus bermimpi dan berinovasi karena kau telah memberi inspirasi.